Sep
10

Biji Alpukat Untuk Kencing Manis

Alpukat Kaya Akan Manfaat

Kencing manis merupakan penyakit degenerative yaitu suatu kemunduran organ dalam hal ini Pancreas, dan dengan semakin berkembangnya ilmu pengetahuan tentang pengobatan sekarang ini makin banyak obat untuk mengatasi diabetes.

Namun ternyata banyak bahan alam yang telah di teliti dapat untuk mengatasi diabetes, seperti mahkota dewa kayu manis , yakon, pare, bawang merahj dan biji alpukat, sekarang tinggl tergantung pengolahan yang benar bahan alam tersebut dapat mengatasi diabetes.

Dalam tanaman obat terdapat 2 komponen bahan yaitu metabolit primer seperti karbohidrat , protein, lemak, dan metabolit sekunder,yaitu berisikan bahan aktif dan jumlahnya bisa ratusan jenis.. Metabolit ini yang mengandung bahan aktif untuk pengobatan.

Akhir akhir ini beredar berita mengenai biji alpukat untuk kencing manis, apa sebenarnya biji alpukat? Masyarakat mengolah sederhana dengan menjemur dan membuat serbuk di diseduh seperti teh. Sebernernya yang dilakukan adalah mengambil bahan aktif yang ada dalam serbuk biji alpukat.

Alpukat (Persea Americana Mill) merupakan tanaman yang dapat tumbuh subur di daerah tropis seperti Indonesia. Buah alpukat merupakan salah satu jenis buah yang digemari banyak orang karena selain rasanya yang enak, buah alpukat juga kaya antioksidan dan zat gizi seperti lemak yaitu 9,8 g/100 g daging buah (Afrianti, 2010).

Biasanya masyarakat memanfaatkan alpukat pada buahnya saja dikonsumsi dalam bentuk jus atau makanan minuman lainnya, karena selain enak kaya buah alpukat kaya akan zat gizi seperti dapat meningkatkan HDL (High Density Lypoprotein ) atau sering disebut lemak baik. sedangkan bagian lain seperti biji alpukat jarang yang memanfaatkan karena banyak masyarakan yang tahu mengenai manfaat dari biji alpukat tersebut .

Dalam penelitian ternyata biji alpukat memiliki efek hipoglikemik (menurunkan gula darah) dan dapat digunakan untuk pengobatan secara tradisional dengan cara dikeringkan kemudian dihaluskan, dan air seduhannya dapat diminum. Beberapa penelitian yang telah dilakukan , menunjukkan bahwa biji alpukat memiliki kandungan berbagai senyawa berkhasiat, salah satunya adalah efek antidiabetes melalui kemampuannya menurunkan kadar glukosa darah (Zuhrotun,2007). Hasil Skrining fitokimia yang dilakukan oleh Zuhrotun (2007) terhadap simplisia dan ekstrak etanol biji alpukat (sari )menunjukkan bahwa biji alpukat mengandung polifenol, flavonoid, triterpenoid, kuinon, saponin, tanin dan monoterpenoid dan seskuiterpenoid. Tanin merupakan senyawa aktif metabolit sekunder yang diketahui mempunyai beberapa khasiat yaitu sebagai astringen, anti diare, anti bakteri dan antioksidan.

Penelitian lain yg diadakan di universitas Uyo Nigeria November 2004 menggunakan ekstrak pada mamalia menuju kan efek hypogligemik,penelitian dengan hewan coba dengan menyuntikan Alloxan 150 mg/kg , untuk membuat hewan coba menjadi diabetes, kemudian di berikan ekstrak biji alpukat dengan dosis 100 mg, 150 mg dan 200 mg/kgBB, dan control positif diberikan obat diabetes chlorpropamide 100 mg/kgBB diamati selama 12 hari ternyata maksimal efek didapat pada ekstrak biji alpukat sebesar 200 mg/kg BB, ini menunjukan bahwa biji alpukat mempunyai efek hypoglikemik,

Efek dari P. Americana pada kadar gula darah dari alloxan tikus diabetes setelah pengobatan jangka panjang

Obat Dosis mg/kg Kadar gula darah mg/dl (Mean ± SD)
Awal 1 hari 3 hari 6 hari 12 hari
Kontrol 222.1 ± 1.3 231.2 ± 23.1 191.3 ± 16.4 181.3 ± 16.1 175.3 ± 3.8
Ekstrak (P. Americana) 100 221.7 ± 2.2 201.0 ± 15.6 150.5 ± 15.3* 108.4 ± 9.8* 87.5 ± 11.5*
150 226.3 ± 0.8 195.4 ± 17.3* 130.3 ± 20.3* 92.1 ± 15.2* 72.3 ± 12.2*
200 223.3 ± 2.1 189.3 ± 18.3* 129.1 ± 10.1* 87.3 ± 13.1* 69.2 ± 6.7*
Chlorpropamide 100 225.4 ± 2.5 150.5 ± 3.8* 119.2 ± 20.2 69.8 ± 10.1* 56.4 ± 7.7*

*P<0.01 Vs Kontrol. N=5 pada masing – masing grup. F=10.1 dan 200; df=4.24; P<0.01 (Two-way ANOVA)

Sumber:

B.S. Antia, J.E. Okokon *, P. A Okon

Departement of Chemistry, University of Uyo, Uyo – Nigeria,

*Departement of Pharmacology and Toxicology, Fakyulty of

Pharmacy, University of Uyo, Uyo – Nigeria.

Kelemahan uji ini tidak melakukan control negative atau pengujian dengan placebo (bahan kosong/tidak aktif).

Pengelolaan bahan alam dapat dengan bahan serbuk biasa atau dengan ekstrak yang memerlukan tehnology yang baik. Kedua system tersebut mempunyai kelebihan kekuangan. Serbuk sederhana tp tidak smua bahan aktif berkhasiat terkontrol, ekstrak memerlukan tehnology yang tidak mudah tp hasil lebih baik.

###

Salam sehat, salam herbal

 

dr. Abrijanto SB, M.Si.

 

This entry was posted in Uncategorized. Bookmark the permalink. Both comments and trackbacks are currently closed.
  • Tanya Dokter Abri

  • Contact Me

    dr. Abrijanto SB, M.Si. - Konsultan, Dokter, Ahli Herbal

    Untuk info lebih lanjut dapat menghubungi:

    +6285217918230
    PIN BB: 28c9545d

    Salam sehat, Salam Herbal!