Sep
10

Lengkuas Obat Jamur

Lengkuas Obat Jamur

Sebelum pengobatan maju seperti sekarang ini , masih ingatkah kita jaman dahulu di pedesaan bila mengobati jamur ( panu ) dengan mengoleskan lengkuas kemudian kulit tampak mengelupas kemudian setelah beberapa hari jamur/panu nya hilangnnamun ada kekurangannya krn sifat panas dari lengkuas kulit tampak seperti terbakar. panu dalam bahasa latin sering disebut phtiriasis versicolor , penamaan versikolor disebabkan karakter dari jamur tersebut yang mudah berubah warna, kadang tampak bercak putih atau tampak bercak merah dengan tepi yang jelas. Panu seringkali menunjukan hiegenis (kebersihan) dan kondisi daya tahan tubuh kita yang akan mempengaruhi keseimbangan flora normal pada kulit kita. Panu sering terlihat pada seseorang yang kebersihan kulitnya terganggu, lembab, jarang mandi, atau sedang menkonsumsi obat tertentu sehingga keseimbangan flora dalam kulit terganggu menyebabkan jamur tumbuh berlebihan. Pada penderita gangguan system immune seperti penderita HIV biasanya sering timbul jamur berlebihan.

Sekarang ini banyak di temukan obat antijamur yang di makan per oral berupa tablet minum hanya pemakaiannya harus di perhatikan karena obat jamur jenis tertentu bila memakaian berlebihan dan jangka waktu yang lama dapat mengganggu fungsi hati. Ada beberapa bahan alam yang yang sudah di teliti secara ilmiah terbukti berkhasiat untuk mengatasi jamur tersebut. Seperti yang kita ketahui ubi dari tanaman lengkuas. Lenguas biasanya di pakai ibu rumah tangga sebagai bumbu masak. Sebagian di pakai sebagai campuran pembuat jamu.

 01

02

Languatis Galangae Rhizoma adalah rimpang Languas galanga (L.) Stuntz, anggota suku Zingiberaceae. Berikut gambar dari tanaman

 

 03  04

Nama daerah :

Sumatera: Langkueh (Aceh), Lengkues (Gayo), Kelawas, halawas (Batak), Lakuwe (Nias), Lengkuas (Melayu), langkuweh (Minang), Lawas (Lampung); Jawa: Laja (Sunda), Laos, Langkuas (Jawa), Laos (Madura); Kalimantan: Langkuas (Banjar); Nusatenggara: Kalawasan, Laja, Lahwas, Isem (Bali), Langkuwas (Roti): Sulawesi: Laja, Langkuwasa (Maksar), Aliku (Budis), Lingkuwas (manado), Lingkui (Gorontalo); Maluku: Lawase (Seram), Kourola (Amahai), Laawasi, lawasi (Alfuru), Galiasa (Halmahera), Lauwasel (Sapurua), galiasa (Ternate), logoase (Buru).2,9

Nama Asing

Inggris: Galanga, greatergalangal; Perancis: Galanga; Malaysia Lengkuas, puar. Filipina: Langkawas, palla, lengkuas; Myanmar: Padagoji; Kamboja: Rumdéng; Laos: Kha:x ta: dé:ng; Thailand: Kha; Vietnam:ri[eef]ngn[ees]p,s[ow]nn[aj]i.2,9

 

Rimpang/ubi menjalar, berdaging, berkulit mengkilap, berwarna merah atau kuning pucat, berserat kasat, berbau kasar, berbau harum, dan rasa pedas.

 

Sebenarnya lengkuas ada dua macam, yaitu lengkuas merah dan putih. Lengkuas putih banyak digunakan sebagai rempah atau bumbu dapur, sedangkan yang banyak digunakan sebagai obat adalah lengkuas merah. Pohon lengkuas putih umumnya lebih tinggi dari pada lengkuas merah. Pohon lengkuas putih dapat mencapai tinggi 3 meter, sedangkan pohon lengkuas merah umumnya hanya sampai 1-1,5 meter. Berdasarkan ukuran rimpangnya, lengkuas juga dibedakan menjadi dua varitas, yaitu yang berimpang besar dan kecil. Oleh karena itu, paling tidak ada tiga kultivar lengkuas yang sudah dikenal, yang dibedakan berdasarkan ukuran dan warna rimpang, yaitu lengkuas merah, lengkuas putih besar, dan lengkuas putih kecil.

Penelitian

Rimpang lengkuas merah mengandung senyawa antijamur seperti eugenol, galangin, kaempferid, dan kuersetin yang dapat menyebabkan ketidakteraturan pada membran sitoplasma jamur sehingga jamur tidak stabil dan mati. Penelitian bertujuan untuk mengetahui potensi bahan aktif rimpang lengkuas merah dalam menghambat pertumbuhan jamur penyebab penyakit kulit lokal . Penambahan ekstrak (sari) lengkuas dapat dibuat dalam sediaan salep /cream mempunyai daya antijamur, namun pembuatan sediaan salep harus di perhatikan stabilitasnya, karena bahan tanaman mudah sekali teroksidasi sehingga rusak. Penelitian efektifitas lengkuas sudah pernah di lakukan dilakukan dalam dua tahapan, yaitu penelitian pendahuluan dan penelitian utama. Penelitian pendahuluan dilakukan untuk menentukan jamur uji terbaik dan penentuan rentang konsentrasi hambatan terbaik. Penelitian utama meliputi, pembuatan salep/cream antijamur dengan berbagai variasi konsentrasi ekstrak yang kemudian diuji daya antijamurnya kepada jamur uji terpilih, pengujian terhadap stabilitas emulsi sediaan. Hasil penelitian pendahuluan menunjukkan bahwa jamur dapat terhambat dengan baik pada konsentrasi ekstrak lengkuas 5%. Konsentrasi ekstrak minimum untuk menghambat pertumbuhan jamur adalah sebesar 0,5% dan pada konsentrasi ekstrak 10% memperoleh efek anti jamur yang maksimum.

Hasil analisis ragam menunjukkan bahwa hanya faktor konsentrasi ekstrak (sari) yang berpengaruh nyata terhadap hambatan terhadap jamur.

 

, salam sehat salam herbal….

 

This entry was posted in Uncategorized. Bookmark the permalink. Both comments and trackbacks are currently closed.