Sep
9

Pengaruh tanaman Purwoceng (Pimpinella alpine) terhadap hormone sex.

Purwoceng (Pimpinella alpine) tanaman merambat yang banyak tumbuh di daerah Dieng , Wonosobo,jawa tengah oleh masyarat sekitar dipergunakan sebagai ramuan untuk meninggkatkan fungsi seksual, di buat jamu, teh di seduh . Tanaman ini dianggap hampir punah , karena hampir jarang penduduk yang membudidayakan.

 

 

Purwoceng dengan nama latin Pimpinella alpine, baiasanya bagian tanaman yang di gunakan adalah herba (daun batang maupun akar) karena menggunakan akar maka perlu pencucian maupun sterilisasi yang baik dalam menggunakan bahan supaya tidak terkontaminan dengan unsur yang ada pada tanah , selain mempunyai manfaat aprodisiak, purwoceng juga mempunyai efek diuretic (memperlancar air seni).
Seperti tanaman pada umumnya Purwoceng mempunyai kandungan bahan aktif seperti bergapten , isobergapten, dan sphondin, kumarin, saponin, sterol, alkaloid, senyawa oligosakarida, stigmasterol, marmesin, 4-hidroksi kumarin, umberliferon, dan psoralen.
Anggapan bahwa purwoceng dapat bermanfaat bagi peningkatan fungsi sexual pria kini banyak di buktikan dalam beberapa penelitian uji preklinis di beberapa universitas sebagai bahan alam yang dapat meningkatkan fungsi sexual. Hormone testosterone sering disebut hormone sex pria , golongan androgen, produksi hormone ini diatur oleh otak yaitu hypofisis.Luteinizing hormone juga merupakan hormone sex yang meningkat pada pemberian Purwoceng ,bahan aktif yang meningkatakan Luteinizing hormone adalah furanokumarin, bergapten, isobergapten, spondin yang merangsang susunan saraf pusat untuk merangsang hormone tersebut. Testoteron di produksi dalam testis , atau indung telur pada wanita. Hormone Testoteron sangat penting dalam peran meningkatkahan libido, energy, daya tahan tubuh, kwalitas sperma. Purwoceng juga telah dilakukan uji kemananan, yaitu toksisitas akut untuk pemakaian jangka pendek dan toksisitas subcronis untuk pemakaian jangka panjang di beberapa peerguruan tinggi .
Efek peningkatan hormone di duga karena kadar sterol yang terkandung dalam purwoceng, dosis yang diberikan harus sesuai dengan dosis yang di anjurkan , kurang lebih 50 mg estrak, karena pemberian terlalu tinggi akan memberikan efek samping yang merugikan seperti memperberat hypertensi (darah tinggi).
Hasil budi daya seperti masa panen kadar air kadar tanah akan mempengaruhi hasil maximal dari bahan purwoceng, metode ekstrak yang tepat akan mempengaruhi hasil dan khasiat dari pada purwoceng tersebut. Yang perlu di perhatikan lagi adalah karena bahan purwoceng menggunakan akar maka perlu perlakuan khusus dalam melakukan sterilisasi. Sterilisasi menggunakan alat dengan tekanan tinggi sangat membantu proses sterilisasi , karena sterilisasi dengan suhu tinggi dalam tempo yang lama akan merusak zat aktif yang ada dalam bahan Purwoceg , apalagi dengan memasak hingga mendidih, pasti bahan aktif akan hilang menguap atau rusak dengan pemanasan tinggi. Pemakaian peptisida sebagai anti hama juga perlu di perhatikan , karena produk herbal yang baik pasti tidak mengandung peptisida. Kandungan pestisida dapat di control dengan menggunakan alat Chromatography GCMS. Dan tidak mengandung logam berat yang dapat di kontrol dengan alat AAS (Atomic Absorption Spectrophotometer)

Banyak tanaman yang dapat meningkatkan hormone sex namun perlu di perhatikan cara pengolahan untuk mendapat kan hasil yang maximal, dan tentunya di dukung dengan penelitian ilmiah yang ada.
HATI HATI DENGAN OBAT HERBAL YANG MENAWARKAN KHASIAT INSTAN, KARENA KEMUNGKINAN TERKONTAMINASI DENGAN BAHAN KIMIA OBAT (BKO)
Salam sehat

This entry was posted in Uncategorized. Bookmark the permalink. Both comments and trackbacks are currently closed.